PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) adalah penyakit peradangan paru-paru yang menyebabkan aliran udara terhambat dan tidak dapat pulih sepenuhnya. Kondisi ini bersifat progresif, artinya kerusakan akan memburuk secara perlahan seiring waktu. Dua kondisi utama yang termasuk dalam PPOK adalah bronkitis kronis (peradangan saluran napas) dan emfisema (kerusakan kantung udara/alveoli paru-paru). Kerusakan ini bersifat permanent, pengobatan hanya dapat memperlambat perkembangan penyakit dan meredakan gejala, tidak menyembuhkannya. Gejala utamanya meliputi sesak napas, batuk kronis, dan mengi yang semakin memburuk seiring waktu.
Faktor utama penyebab PPOK di lingkungan kerja adalah paparan jangka panjang terhadap partikel dan gas berbahaya yang merusak saluran pernapasan. Paparan terhadap debu industri (seperti debu silika dari pekerjaan konstruksi, debu kayu dari industri perkayuan, dan debu batu bara dari pertambangan), asap kimia (uap pelarut, cat, dan bahan kimia industri), asap logam (dari proses pengelasan dan pabrikasi logam), serta gas iritan (seperti nitrogen oksida dan sulfur dioksida) secara konsisten dapat mengakibatkan peradangan kronis dan kerusakan permanen pada jaringan paru. Selain itu, kebiasaan merokok baik secara aktif maupun pasif memperparah risiko PPOK, karena asap rokok bersinergi dengan paparan workplace sehingga mempercepat kerusakan paru. Kurangnya ventilasi yang memadai, tidak digunakannya alat pelindung pernapasan yang tepat, dan lamanya durasi paparan juga turut berkontribusi sebagai faktor risiko yang signifikan.
Pencegahan PPOK yaitu mengutamakan hierarki pengendalian risiko. Pertama, eliminasi atau substitusi bahan berbahaya dengan yang lebih aman. Kedua, penerapan kontrol teknis seperti ventilasi lokal (LEV) untuk menangkap kontaminan di sumbernya. Ketiga, kontrol administratif melalui rotasi pekerjaan dan kebijakan area bebas rokok. Terakhir, sebagai pertahanan utama, penggunaan APD berupa respirator yang tepat (N95 untuk debu, cartridge khusus untuk uap kimia) yang dipasang dengan benar.
Setiap pekerja berperan crucial dengan selalu mematuhi prosedur keselamatan. PPOK adalah silent killer yang berkembang secara diam-diam. Jangan anggap remeh batuk atau sesak napas yang Anda alami. Dengan memahami risikonya, menerapkan langkah pengendalian, dan disiplin dalam menggunakan alat pelindung, kita dapat bekerja tanpa harus mengorbankan kesehatan pernapasan kita di masa depan.
Salam Safety!