Sakura Regency J5-8A

Jati Asih, Bekasi 17423

Have Any Question

(021) 824 073 09

Send Your Mail

info@garudamart.com

Make Sure Your Workplace
is a Safe Place..

Mimisan (Epistaksis)

Mimisan atau epistaksis adalah kondisi keluarnya darah dari hidung akibat pecahnya pembuluh darah pada bagian dalam rongga hidung. Kondisi ini sangat umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Meskipun sebagian besar kasus mimisan tergolong ringan dan dapat berhenti sendiri, pada beberapa kondisi tertentu mimisan dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Jenis Mimisan

Epistaksis umumnya dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan lokasi sumber perdarahan:

  1. Epistaksis anterior – jenis yang paling umum terjadi, bersumber dari pembuluh darah di bagian depan rongga hidung (pleksus Kiesselbach). Biasanya lebih mudah diatasi dan jarang berbahaya.
  2. Epistaksis posterior – bersumber dari pembuluh darah di bagian belakang rongga hidung. Jenis ini lebih jarang terjadi namun cenderung lebih sulit dihentikan dan berisiko lebih tinggi, terutama pada orang dewasa dan lansia.
Penyebab Mimisan

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan mimisan antara lain:

  • Udara yang kering, sehingga membuat selaput lendir hidung mudah pecah
  • Kebiasaan mengorek hidung atau trauma ringan pada hidung
  • Infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu atau sinusitis
  • Paparan zat iritan, misalnya asap rokok atau bahan kimia
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Gangguan pembekuan darah atau penggunaan obat pengencer darah
  • Cedera atau benturan pada hidung dan wajah
  • Perubahan hormon, misalnya pada masa kehamilan
Cara Penanganan Pertama

Langkah-langkah berikut dapat dilakukan untuk menangani mimisan secara mandiri:

  1. Duduk tegak dan sedikit condongkan kepala ke depan untuk mencegah darah mengalir ke tenggorokan
  2. Tekan bagian lunak hidung (di bawah tulang keras) selama sekitar 10–15 menit tanpa dilepas
  3. Bernapas melalui mulut selama proses ini berlangsung
  4. Hindari mendongakkan kepala ke belakang, karena dapat menyebabkan darah tertelan dan memicu mual
  5. Kompres dingin pada pangkal hidung untuk membantu menghentikan perdarahan
  6. Setelah perdarahan berhenti, hindari membuang ingus atau mengorek hidung selama beberapa jam
Pencegahan

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mimisan berulang, di antaranya menjaga kelembapan udara di dalam ruangan, menghindari kebiasaan mengorek hidung, menggunakan pelembap hidung saat cuaca kering, serta mengontrol tekanan darah bagi penderita hipertensi.

Mimisan umumnya bukan kondisi yang berbahaya dan dapat ditangani dengan penanganan pertama yang tepat. Namun, penting untuk mengenali tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Leave Us A Message

For more info or inquiry about our products, project and pricing please feel free to get in touch with us

Head Office

Sakura Regency Blok J5-8A, Jatiasih, Bekasi 17423 - Indonesia

Branch Office

Komplek Borneo Paradiso, Ruko Maple Blok C-7 Balikpapan, East Kalimantan 76116 - Indonesia

Site Support

Jl. Kiemas No.99, Lingkungan Mandala Tanjung Enim RT 07/02, South Sumatera

Absen Toolbox

Meeting

Setiap karyawan WAJIB mengisi form dibawah ini untuk melakukan Absensi setiap habis pembacaan Materi Safety Topic.