Sakura Regency J5-8A

Jati Asih, Bekasi 17423

Have Any Question

(021) 824 073 09

Send Your Mail

info@garudamart.com

Make Sure Your Workplace
is a Safe Place..

Hubungan Hipertensi dengan Risiko Stroke

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai “silent killer” karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas, namun secara perlahan merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah otak. Salah satu komplikasi paling serius dari hipertensi yang tidak terkontrol adalah stroke, yaitu kondisi gawat darurat yang dapat menyebabkan kecacatan permanen bahkan kematian

Hipertensi

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus, yaitu tekanan sistolik (angka atas) ≥ 130 mmHg dan/atau tekanan diastolik (angka bawah) ≥ 80 mmHg. Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama akan merusak dinding pembuluh darah, membuatnya menyempit, kaku, dan mudah tersumbat atau pecah.

Klasifikasi Tekanan Darah

Kategori

Tekanan Darah (Sistolik/Diastolik)

Normal < 120 / < 80 mmHg
Meningkat (Elevated) 120–129 / < 80 mmHg
Hipertensi Tingkat 1 130–139 / 80–89 mmHg
Hipertensi Tingkat 2 ≥ 140 / ≥ 90 mmHg
Krisis Hipertensi > 180 / > 120 mmHg — butuh penanganan segera

 

Stroke

Stroke adalah kondisi terganggunya aliran darah ke otak secara mendadak, sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen dan mengalami kerusakan dalam hitungan menit. Terdapat dua jenis utama stroke:

  • Stroke Iskemik: terjadi ketika pembuluh darah otak tersumbat oleh gumpalan darah atau plak, merupakan jenis stroke paling umum (± 85% kasus)
  • Stroke Hemoragik: terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan, sering dipicu oleh tekanan darah yang sangat tinggi

 

Bagaimana Hipertensi Meningkatkan Risiko Stroke?

  • Tekanan darah tinggi yang terus-menerus membuat dinding pembuluh darah menebal, menyempit, dan kehilangan elastisitasnya (aterosklerosis)
  • Pembuluh darah yang menyempit lebih mudah tersumbat oleh gumpalan darah, memicu stroke iskemik
  • Tekanan yang sangat tinggi dapat membuat dinding pembuluh darah otak yang sudah rapuh menjadi pecah, memicu stroke hemoragik
  • Hipertensi juga mempercepat pembentukan plak lemak di pembuluh darah (aterosklerosis) yang menjadi sumber gumpalan darah

Penelitian menunjukkan bahwa hipertensi merupakan faktor risiko utama stroke — semakin tinggi dan semakin lama tekanan darah tidak terkontrol, semakin besar risiko seseorang mengalami stroke.

Setelah kita memahami pembahasan “Mencegah Stroke” pada materi sebelumnya, berikut

Langkah Pencegahan

  1. Kurangi konsumsi garam, makanan olahan, dan makanan tinggi lemak jenuh
  2. Rutin berolahraga ringan-sedang minimal 150 menit per minggu
  3. Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol
  4. Jaga berat badan ideal dan cukup tidur
  5. Pantau tekanan darah secara rutin, terutama bila memiliki riwayat keluarga hipertensi/stroke
  6. Patuhi pengobatan hipertensi yang telah diresepkan dokter, jangan menghentikan obat tanpa konsultasi

Leave Us A Message

For more info or inquiry about our products, project and pricing please feel free to get in touch with us

Head Office

Sakura Regency Blok J5-8A, Jatiasih, Bekasi 17423 - Indonesia

Branch Office

Komplek Borneo Paradiso, Ruko Maple Blok C-7 Balikpapan, East Kalimantan 76116 - Indonesia

Site Support

Jl. Kiemas No.99, Lingkungan Mandala Tanjung Enim RT 07/02, South Sumatera

Absen Toolbox

Meeting

Setiap karyawan WAJIB mengisi form dibawah ini untuk melakukan Absensi setiap habis pembacaan Materi Safety Topic.