Pekerjaan di ketinggian menuntut pekerja untuk tetap tenang, fokus, dan mampu mengambil keputusan dengan baik. Namun, sebagian orang mengalami akrofobia atau ketakutan berlebihan terhadap ketinggian. Rasa takut tersebut biasanya disertai dengan kecemasan, gemetar, hingga sesak napas yang jika tidak dikelola dengan baik dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun rekan kerja.
Akrofobia adalah kondisi dimana seseorang merasakan ketakutan berlebih saat berada di tempat yang tinggi. Pada dasarnya, takut akan ketinggian merupakan hal yang wajar pada sebagian orang bila situasi tersebut berpotensi membahayakan. Namun, berbeda dengan penderita akrofobia. Mereka tetap merasa takut meskipun ketinggian tersebut tidak berpotensi membahayakan.
Penyebab Akrofobia
- Pengalaman traumatis di masa lalu, misalnya pernah terjatuh atau hampir terjatuh dari ketinggian
- Faktor genetik/riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan atau fobia tertentu
- Proses belajar dari lingkungan, misalnya melihat orang lain mengalami kecelakaan di ketinggian
- Gangguan pada sistem keseimbangan tubuh (vestibular) yang membuat seseorang lebih sensitif terhadap ketinggian
- Kombinasi faktor psikologis seperti kecenderungan cemas berlebihan terhadap situasi tertentu
| ⚠ RISIKO BAGI KESELAMATAN KERJA DI KETINGGIAN:
▪ Reaksi panik mendadak dapat menyebabkan gerakan tidak terkendali atau kehilangan keseimbangan ▪ Penurunan fokus dan konsentrasi meningkatkan risiko kesalahan penggunaan alat pelindung jatuh ▪ Kecenderungan untuk bergegas turun tanpa mengikuti prosedur keselamatan yang benar ▪ Membahayakan diri sendiri maupun rekan kerja di sekitar area kerja ketinggian ▪ Menyembunyikan rasa takut karena malu justru meningkatkan risiko, karena tidak ada langkah antisipasi yang diambil |
Langkah Mengelola Rasa Takut Ketinggian di Tempat Kerja
- Sampaikan secara jujur kepada supervisor/HSE apabila merasa cemas berlebihan bekerja di ketinggian, tanpa perlu malu — ini adalah langkah keselamatan, bukan kelemahan.
- Lakukan latihan pernapasan (tarik napas dalam dan perlahan) untuk menenangkan diri sebelum dan selama bekerja di ketinggian.
- Fokus pada tugas dan titik pijakan, hindari melihat ke bawah secara berlebihan jika hal itu memicu kecemasan.
- Pastikan selalu menggunakan alat pelindung jatuh (body harness, lanyard) dengan benar sebagai bentuk kendali tambahan rasa aman.
- Lakukan paparan bertahap (mulai dari ketinggian rendah, kemudian meningkat bertahap) dengan pendampingan, bila memungkinkan, untuk membangun kepercayaan diri secara bertahap.
Rasa takut ketinggian yang ringan dan dapat dikelola sendiri adalah hal yang wajar. Namun, apabila rasa takut tersebut sangat mengganggu pekerjaan sehari-hari, menimbulkan reaksi panik yang intens, atau tidak membaik meski telah dicoba diatasi, disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan profesional. Penanganan seperti terapi paparan bertahap (exposure therapy) atau terapi perilaku kognitif (CBT) terbukti efektif membantu banyak orang mengelola fobia ketinggian.
Salam Safety!