Sakura Regency J5-8A

Jati Asih, Bekasi 17423

Have Any Question

(021) 824 073 09

Send Your Mail

info@garudamart.com

KOLESTEROL

Kolesterol tinggi sering dianggap sebagai masalah kesehatan pribadi, padahal memiliki kaitan langsung dengan keselamatan kerja. Ketika kadar kolesterol dalam darah meningkat, aliran oksigen ke otak dan tubuh dapat menurun sehingga pekerja lebih mudah lelah, pusing, sulit fokus, dan mengalami reaksi yang lebih lambat. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama pada pekerjaan yang menuntut ketelitian dan kewaspadaan tinggi seperti mengoperasikan mesin, mengemudi, atau menangani alat berat. Oleh karena itu, pengendalian kolesterol merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi tubuh dan dibutuhkan untuk berbagai fungsi sel, namun masalah muncul ketika kadar kolesterol jahat atau LDL terlalu tinggi. LDL dapat menumpuk di dinding pembuluh darah, membentuk plak yang mempersempit aliran darah. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu tekanan darah tinggi, serangan jantung, hingga stroke. Masalahnya, kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak orang tidak menyadari risikonya sampai keluhan serius muncul.

Lingkungan kerja dan kebiasaan harian sangat berperan dalam meningkatkan kolesterol tanpa disadari. Pola makan tidak teratur, sering mengonsumsi gorengan, santan, atau makanan cepat saji dapat mempercepat kenaikan kolesterol. Selain itu, pekerja yang duduk terlalu lama cenderung mengalami penumpukan lemak tubuh yang berdampak pada kadar kolesterol. Kurang minum air putih, tingkat stres yang tinggi, dan kurangnya aktivitas fisik selama jam kerja juga menjadi penyebab utama yang sering terjadi di dunia kerja.

Kolesterol tinggi dapat menurunkan performa kerja karena membuat tubuh cepat lelah dan menimbulkan gejala seperti pusing, sesak, dan rasa berat di kepala. Kondisi ini mengganggu konsentrasi dan pengambilan keputusan, sehingga pekerja lebih berisiko melakukan kesalahan. Pada pekerjaan yang melibatkan alat berat atau kendaraan, penurunan kemampuan fokus dan stamina dapat meningkatkan potensi kecelakaan. Ketidakstabilan kondisi fisik akibat kolesterol tinggi bukan hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan operasional.

Pencegahan kolesterol tinggi dapat dimulai dengan menerapkan pola makan yang lebih sehat seperti mengurangi makanan berlemak, santan, dan gorengan, serta memilih buah atau makanan rendah lemak sebagai camilan. Pekerja juga dianjurkan melakukan aktivitas fisik ringan seperti peregangan setiap satu hingga dua jam, berjalan singkat saat istirahat, dan menghindari duduk terlalu lama. Mengelola stres dengan teknik pernapasan atau pengaturan beban kerja membantu menjaga keseimbangan tubuh. Selain itu, memperbanyak konsumsi air putih dan tidur cukup sangat mendukung kesehatan jantung dan kolesterol.

Secara keseluruhan, kolesterol tinggi merupakan faktor risiko yang dapat memengaruhi keselamatan dan produktivitas kerja tanpa disadari. Dengan mengenali penyebab, memahami dampaknya, serta menerapkan pola hidup sehat, pekerja dapat menjaga kondisi tubuh tetap prima dan menghindari risiko penyakit serius di kemudian hari. Lingkungan kerja yang mendukung serta kesadaran individu menjadi kunci terciptanya tenaga kerja yang sehat dan operasi yang lebih aman. Menjaga kolesterol berarti menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita.

Leave Us A Message

For more info or inquiry about our products, project and pricing please feel free to get in touch with us

Head Office

Sakura Regency Blok J5-8A, Jatiasih, Bekasi 17423 - Indonesia

Branch Office

Komplek Borneo Paradiso, Ruko Maple Blok C-7 Balikpapan, East Kalimantan 76116 - Indonesia

Site Support

Jl. Kiemas No.99, Lingkungan Mandala Tanjung Enim RT 07/02, South Sumatera

Absen Toolbox

Meeting

Setiap karyawan WAJIB mengisi form dibawah ini untuk melakukan Absensi setiap habis pembacaan Materi Safety Topic.